Dear malam,
Entah mengapa kau terlalu cepat datang. Kemana hari ini, dari mana ia. Kurasa terlalu cepat merapat padamu. Ehm..Maaf aku menyela..Oh..Baiklah..Kau benar,aku memang melakukanya, aku menyebutnya mengkritik. Aku linglung, limbung, karna kau cepat tiba. Jadi kemana lagi aku harus mengadu?Selain kamu, sang empunya akhir hari.
Sungguh tak mengerti kemana inginmu. Haruskah hari ini aku tak dapat memilikinya lebih lama? Matahari dan aku terlanjur terpaut. Ingin mengamatinya seksama. Bayang-bayang kenangan. Tapi kini kau datang terlalu awal, malam. Bagaimana aku mengenalinya?
Februari 05, 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar