Buntu..Mampet..Buntet..Serasa kena bebelen nggak bisa beol dan kadang seperti flu berat dengan hidung tersumbat. Tak bisa lagi menerawang. Semua buram..bruwet..dan akhirnya gelap..Seperti lampu senter yang kehabisan daya batu baterai. Kadang malah seperti mati lampu tiba-tiba gara-gara travo yang meledak. Langsung hitam gelap pekat semua. Tak ada yang bisa melihat, hanya mengandalkan rasa untuk waspada.
Tak ada kegiatan atau khayalan yang terbentuk. Kesal..Benci..Gemes..Semuanya..
Ya sudaah diam saja..Pejam mata..Toh sama saja..Daripada phobia lama menjalar,dan saat bulu rima berdiri..Keringat dingin keluar..Panik..Ujung-ujungnya memaki keterbatasan ini..PERCUMA..
Ya sudahlah..Mungkin Tuhan minta untuk istirahat sejenak..Dan biar Tuhan melancarkan kemampetan ini..Mencerahkan cahaya lentera perempuan ini untuk selalu siap mendampingi pria yang kehilangan tulang rusuknya.
Diamlah saja..Terang itu akan datang.
Inilah yang terakir yang aku punya
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar